Oryzias latipe atau di Jepang dikenal sebagai ikan medaka masih
menyimpan banyak misteri hingga kini. Di Indonesia, ikan ini ada 14
spesies. Penelitian pada 2013, menemukan ikan jenis ini di Sungai Maros,
Sulawesi Selatan
.
Ikan ini di Jepang, populer sebagai ikan hias ini menjadi perhatian
banyak peneliti karena berguna sebagai indikator mengenali bahan-bahan
berbahaya bagi manusia di wilayah perairan. Ikan ini biasa sebagai model
organisme berbagai penelitian biologi, ilmu medis dan lingkungan.
Irma Adriani, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan untuk
Laut, Pantai dan Pulau Kecil Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar,
Sulawesi Selatan (Sulsel) mengatakan, meskipun banyak penelitian
dilakukan, namun masih banyak misteri ikan ini yang belum terungkap,
baik aspek biologis, habitat, dan penyebaran. Ikan ini juga dikenal memiliki daya tahan cuaca dan dapat hidup di beragam cuaca dengan kisaran temperatur antara 6-40
oC.
Ia memiliki variasi warna unik dengan variasi dari coklat atau kuning
emas, putih, kuning krem atau oranye. Ikan ini bisa hidup di perairan
laut, payau, dan tawar.
Keunikan ikan ini karena mudah manipulasi genetika yang memudahkan
berkembang menjadi berbagai jenis spesies baru, dengan ukuran genom
relatif kecil. Kehamilan pun terhitung pendek dengan masa masa
reproduksi produktif, yang membuat mudah dikembangkan di laboratorium
penelitian.
Menurut Irma, medaka layak dijadikan indikator biologi. Ia mempunyai
beberapa kriteria yakni, memiliki kepekaan bagi sejumlah kecil polutan,
distribusi luas dengan cukup berlimpah, dan memiliki kemampuan merekam
dalam berbagai usia. Juga, penanganan kemudahan dalam sampling dan
kultur laboratorium, dapat diamati dosis-efek polutan, penerapan di
berbagai wilayah geografis dan lingkungan ekologi, serta memiliki
relevansi dengan kebijakan dan manajemen kebutuhan.
Meski populer di Jepang, tetapi penyebaran ikan sepanjang 2-4 cm
meluas di banyak negara perairan di Asia, termasuk Indonesia. Spesies
ikan ini secara global sebanyak 30 spesies, dan 14 spesies dari
Indonesia.