Masih kuingat kala itu saat bersamamu sewaktu di sebuah SMAK swasta.!
Tiga Tahun kujalin kasih bersamamu,banyak suka dan duka, kita lalui ber
sama,hingga pada saatnya kita berpisah karena aku harus melanjutkan pen
didikan ke luar pulau bunga, Masih teringat dalam hayalanku ketika aku
pamit ke rumahmu dan kukatakan "Aku Sayang Kamu" dan kamupun me
mangis,dan mengatakan kamupun siap menunggu aku kembali. !!
Di sini kulinangkan rindu di ujung mata
Mengalirkan kata demi cinta
Juga Cemburu Yang Masih terbata
Karena Kenyataan Sekarang
Engkau Sudah Menjadi Milik Yang lain
Disini di kelelahan Jiwa
Wajahmu Selalu Terbayang
Disana waktu yang terjebak cemas
Meremas Asa berharap Pada Puja
Sebagai Ikhtiar pada yang Kuasa
Bahwa "I STILL LOVE U NOW AND FOREVER"
Disini diperihnya masa lalu yang terus membayang
Yang kemudian Harus Patuh pada kenyataan
Bahwa Kamu adalah Milik orang lain
Dan harus Kusikapi secara Bijaksana
Demi masa depan Persis dalam Genggaman
Disini dibelantara rasa peperangan rindu
Kumencoba memandang badai ini sebagai keindahan
Tanpa Laknat menguasai makna cinta sejati
Demi hati yang sama Pernah Terluka
Karena Cinta Pertamaku Hanya Padamu..!!
MEDIO "Pulau Bunga 1989"
Selasa, 19 November 2013
Selasa, 05 November 2013
SAWERAN RAHASIA PELAKU KORUPSI UNTUK PEDANGDUT CANTIK
Sejumlah pelaku korupsi terungkap memiliki kedekatan dengan penyanyi
dangdut. Mereka tidak segan merogoh kocek dalam-dalam untuk memberi
saweran hingga berdalih mengulurkan bantuan, seperti 4 kisah ini:
Kasus teranyar, ada dugaan saweran dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengalir ke rekening beberapa pedangdut mulai dari jebolan KDI, Rya Fitria, hingga pedangdut ternama seperti Iis Dahlia dan Evie Tamala.
Akil pun mengakuinya bahkan istrinya juga mengetahui Akil mentransfer dana ke pedangdut untuk urusan mengkampanyekan diri sebagai cagub Kalbar. Para pedangdut itu mengaku uang yang diterimanya dari Akil itu murni urusan job semata.
Selain Akil, Ahmad Fathanah mengaku menjalin hubungan dekat dengan pedangdut, salah satunya Sefti Sanustika yang diperistrinya. Terpidana 14 tahun itu juga mengaku memiliki hubungan teman tapi mesra (TTM) dengan pedangdut Tri Kurnia Rahayu yang merupakan sahabat Sefti. Fathanah kerap menggelontorkan uang melalui transfer usai curhat dengan Tri. Fathanah berdalih uang itu dipinjam Tri untuk biaya renovasi rumah dan biaya berobat.
Fathanah juga memberi uang ribuan dolar kepada Ayu Azhari untuk mengisi Pilkada Jawa Barat, Medan, dan Sulawesi.
RYA FITRIA
Akil Mochtar mengaku mentransfer uang ke beberapa pedangdut. Uang itu untuk urusan kampanye cagub Kalbar.
"Jadi kan dia (Akil Mochtar -red) pernah mencalonkan diri jadi gubernur tahun 2006-2007. Jadi tentunya mereka kan kontrak beberapa penyanyi," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan, di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (4/11/2013).
Menurut Otto, tak hanya satu penyanyi dangdut yang mendapat order menyanyi dari Akil untuk memeriahkan kampanyenya. Akil masih ingat Rya dimintanya menyanyi di 17 tempat di seluruh Kalimantan Barat.
"Dia (Rya) dapat 17 atau 20 titik. Tapi yang pasti Pak Akil membayar penyanyi tapi tidak hanya satu orang," ujarnya.
Melalui Otto, Akil membantah jika uang tersebut berasal dari Partai Golkar. Uang untuk membayar para penyanyi dangdut itu murni dari kantongnya sendiri.
"Bukan (dana partai). Pak Akil pernah mencalonkan diri jadi gubernur Kalbar. Jadi karena dia calon gubernur jadi dia kampanye dong. Kampanye itu kan dia membutuhkan artis-artis," jelasnya.
Nama Rya muncul dalam dugaan transaksi mencurigakan. Informasi yang dikumpulkan, Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan aliran dana dari Akil ke Rya hingga ratusan juta rupiah. Diduga, Rya menerima hingga Rp 900 juta.
"Pak Akil bilang dia nggak liat, tapi dia nggak yakin sejumlah itu (Rp 900 juta). Kecuali untuk semua transaksi yang lain," ungkap Otto.
PPATK mengakui transaksi dari Akil Mochtar ke rekening artis dangdut jebolan KDI jilid 3 sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Kasus teranyar, ada dugaan saweran dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengalir ke rekening beberapa pedangdut mulai dari jebolan KDI, Rya Fitria, hingga pedangdut ternama seperti Iis Dahlia dan Evie Tamala.
Akil pun mengakuinya bahkan istrinya juga mengetahui Akil mentransfer dana ke pedangdut untuk urusan mengkampanyekan diri sebagai cagub Kalbar. Para pedangdut itu mengaku uang yang diterimanya dari Akil itu murni urusan job semata.
Selain Akil, Ahmad Fathanah mengaku menjalin hubungan dekat dengan pedangdut, salah satunya Sefti Sanustika yang diperistrinya. Terpidana 14 tahun itu juga mengaku memiliki hubungan teman tapi mesra (TTM) dengan pedangdut Tri Kurnia Rahayu yang merupakan sahabat Sefti. Fathanah kerap menggelontorkan uang melalui transfer usai curhat dengan Tri. Fathanah berdalih uang itu dipinjam Tri untuk biaya renovasi rumah dan biaya berobat.
Fathanah juga memberi uang ribuan dolar kepada Ayu Azhari untuk mengisi Pilkada Jawa Barat, Medan, dan Sulawesi.
RYA FITRIA
Akil Mochtar mengaku mentransfer uang ke beberapa pedangdut. Uang itu untuk urusan kampanye cagub Kalbar.
"Jadi kan dia (Akil Mochtar -red) pernah mencalonkan diri jadi gubernur tahun 2006-2007. Jadi tentunya mereka kan kontrak beberapa penyanyi," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan, di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (4/11/2013).
Menurut Otto, tak hanya satu penyanyi dangdut yang mendapat order menyanyi dari Akil untuk memeriahkan kampanyenya. Akil masih ingat Rya dimintanya menyanyi di 17 tempat di seluruh Kalimantan Barat.
"Dia (Rya) dapat 17 atau 20 titik. Tapi yang pasti Pak Akil membayar penyanyi tapi tidak hanya satu orang," ujarnya.
Melalui Otto, Akil membantah jika uang tersebut berasal dari Partai Golkar. Uang untuk membayar para penyanyi dangdut itu murni dari kantongnya sendiri.
"Bukan (dana partai). Pak Akil pernah mencalonkan diri jadi gubernur Kalbar. Jadi karena dia calon gubernur jadi dia kampanye dong. Kampanye itu kan dia membutuhkan artis-artis," jelasnya.
Nama Rya muncul dalam dugaan transaksi mencurigakan. Informasi yang dikumpulkan, Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan aliran dana dari Akil ke Rya hingga ratusan juta rupiah. Diduga, Rya menerima hingga Rp 900 juta.
"Pak Akil bilang dia nggak liat, tapi dia nggak yakin sejumlah itu (Rp 900 juta). Kecuali untuk semua transaksi yang lain," ungkap Otto.
PPATK mengakui transaksi dari Akil Mochtar ke rekening artis dangdut jebolan KDI jilid 3 sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Rabu, 02 Oktober 2013
M B A Y ... KOTA UNIK YANG TERLILIT MASALAH
( http://www.floresbangkit.com/2013/04/mbay-kota-unik-yang-masih-dililit-sejumlah-masalah/)
Mbay ibukota Kabupaten Nagekeo boleh disebut sebagai salah
satu kota kabupaten terunik di Pulau Flores. Keunikan kota Mbay terlihat pada
letak kotanya yang berada di tengah hamparan persawahan yang luas dan panuh
daya pesona.
Hampir 2/3 wilayah Mbay diintari oleh bentangan lahan sawah
yang luas didukung tata ruang kotanya yang rapih dan asri meskipun sebagian besar
jalan masih baralas tanah dan batu. Tidak berlebihan jika setiap orang yang
datang ke kota ini selalu berkesan menyenangkan.
Tak jauh dari jantung kota Mbay terdapat bendungan Sutami
sebagai salah satu bedungan irigasi terbesar di kawasan ini. Bendungan Sutami
yang dibangun perdana pada tahun 1975 ini mampu mengairi puluhan ribu hektar
lahan sawah milik para petani.
Bendungan yang baru direhab kembali beberapa waktu lalu itu
mampu mengairi lahan persawahan di beberapa desa di Mbay antara lain Desa Teda
Mude, Lange Dawe, Rendu Butowe, Jawa Kisa, Danga, Boa Nio, Ae Ramo, Penginanga,
Marpokot, Desa Mbay I dan Mbay II, Towak, Wolo Nio, Tonggu Rambang, Wae Kokak,
Dawe dan Munde. Dengan kapasitas air mencapai 7.800 liter/detik, bendungan ini
baru mengairi sawah seluas 6.500 hektar.
Padahal, menurut perhitungan teknis, bendungan yang
menampung air dari sekitar 88 anak sungai itu bisa menjangkau seluruh kawasan
pertanian di Mbay jika saja sejumlah persoalan tanah sudah terselesaikan.
Bendungan itu disebut-sebut bisa menjangkau wilayah transmigrasi lokal
(translok) di Desa Boa Nio, Kecamatan Aesesa dan wilayah sekitarnya.
Sayang, persoalan tanah yang belum diselesaikan menyebabkan
proyek irigasi yang rencananya dibangun di wilayah itu pun tersendat dan
berhenti total. “Sebenarnya, proyek irigasi tidak akan mendapatkan hambatan
jika pembebasan tanah milik warga sudah dilakukan sebelum proyek itu
datang,”ujar Yoakim Judha, seorang mantan pejabat setempat.
Akibat lanjutannya, ketika pemerintah hendak membangun
proyek irigasi ke wilayah itu,warga pun datang menghadang. Warga yang merasa
dirugikan melakukan aksi pemblokiran kegiatan pembangunan proyek irigasi di
bagian Timur kota Mbay.
Talang air untuk bagian kawasan Timur Mbay telah dibangun
namun air tidak bisa dialirkan ke wilayah itu karena warga memblokir aliran air
dan lahan tanah mereka karena belum ada pembebasan oleh pemerintah setempat.
Masalah tanah bukan hanya menjadi penghambat akselerasi
proses pembangunan di Mbay tetapi juga menghambat pengembangan arus
transportasi baik darat, laut maupun udara. Bandara udara yang sedianya akan
segera dibangun hingga kini masih menghadapi hambatan lagi-lagi lantaran
terbentur persoalan tanah.
Lokasi bandar udara yang terletak di kawasan Desa Tonggu
Rambang hingga kini masih menyimpan persoalan yang rupa-rupanya tak mudah untuk
diselesaikan. Padahal, bandar udara itu sendiri disebut-sebut sebagai salah
satu bandar udara terbesar di Flores karena memiliki panjang landasan mencapai
lebih dari 3 kilometer dengan luas lahan mencapai ratusan hektar.
Transportasi laut pun boleh dibilang masih cukup sepih dari
aktivitas keseharian. Meskipun disebut sebagai pelabuhan Surabaya II namun,
aktivitas di pelabuhan Marpokot masih
jauh dari harapan. Kapal penumpang hanya bisa ‘mampir’ di pelabuhan itu satu
kali untuk dua minggu. Sementara kapal-kapal barang cenderung memilih merapat
di pelabuhan Reo Kabupaten Manggarai atau Maumere di Kabupaten Sikka dan Ende
ketimbang langsung merapat ke ibu kota Mbay.
Padahal, dari sisi aksesibilitas pelabuhan laut Marpokot
merupakan salah satu pelabuhan yang cukup mudah dijangkau dengan infrastruktur
yang cukup memadai jika dibandingkan dengan pelabuhan laut lainnya di kota-kota
kabupaten lain di daratan Flores
Langganan:
Postingan (Atom)


